Phone: +6281271175600

email: [email protected]

Blog

Cara Menghitung Modal Impor dari China agar Tidak Salah Menentukan Harga Jual

Membeli barang dari China dengan harga murah memang terlihat menguntungkan. Namun, harga yang ditawarkan supplier belum tentu menunjukkan jumlah uang yang sebenarnya harus dikeluarkan hingga produk siap dijual di Indonesia.

Bagi importir pemula, memahami cara menghitung modal impor dari China merupakan langkah penting sebelum menentukan jumlah pembelian dan harga jual produk.

Perhitungan yang kurang lengkap dapat membuat harga jual terlalu rendah, sehingga keuntungan yang diperoleh tidak sesuai harapan.

Kenali Biaya yang Muncul Selama Proses Impor

Ketika melakukan pembelian dari supplier China, ada beberapa komponen yang perlu diperhitungkan.

Biaya tersebut dapat meliputi:

  • Harga pembelian produk dari supplier.

  • Biaya jasa pembayaran China.

  • Ongkir dari lokasi supplier menuju gudang China.

  • Biaya packing atau repacking jika diperlukan.

  • Biaya pengiriman internasional.

  • Bea masuk, pajak impor, dan biaya kepabeanan yang berlaku.

  • Biaya pengiriman lanjutan di Indonesia.

  • Biaya tambahan lainnya sesuai layanan yang digunakan.

Tidak semua transaksi memiliki komponen biaya yang sama. Karena itu, importir perlu meminta rincian biaya sesuai jenis barang dan skema pengirimannya.

Menghitung Modal Berdasarkan Jumlah Produk

Misalnya Anda membeli 200 pcs produk dengan rincian berikut:

Komponen Biaya
Harga barang Rp8.000.000
Biaya pembayaran Rp80.000
Ongkir lokal China Rp120.000
Pengiriman internasional Rp1.600.000
Biaya tambahan Rp200.000
Total modal Rp10.000.000

Jika seluruh biaya tersebut sudah mencakup semua biaya sampai produk diterima, maka:

Rp10.000.000 ÷ 200 pcs = Rp50.000 per pcs

Artinya, modal sebenarnya setiap produk adalah Rp50.000, bukan Rp40.000 seperti harga pembelian dari supplier.

Mengapa Perhitungan per Pcs Penting?

Menghitung modal per produk membantu importir menentukan harga jual secara lebih terukur.

Sebagai contoh, jika modal per pcs Rp50.000 dan dijual Rp75.000, terdapat selisih Rp25.000 sebelum dikurangi biaya penjualan yang belum dimasukkan.

Selisih tersebut tidak otomatis menjadi keuntungan bersih.

Masih mungkin terdapat biaya marketplace, iklan, kemasan penjualan, dan operasional.

Jangan Menggunakan Estimasi sebagai Angka Final

Sebelum barang dikirim, sejumlah biaya mungkin masih berupa perkiraan.

Berat dan volume aktual setelah packing dapat berbeda dari informasi awal supplier.

Perubahan kurs juga bisa memengaruhi pembayaran.

Karena itu, sebaiknya pisahkan antara estimasi modal sebelum pembelian dan modal aktual setelah seluruh biaya diketahui.

Kesimpulan

Menghitung modal impor tidak cukup hanya melihat harga produk dari supplier China.

Seluruh biaya yang relevan perlu diperhitungkan agar importir mengetahui modal per produk secara lebih akurat.

Dengan perhitungan yang jelas, keputusan pembelian, penentuan harga jual, dan evaluasi keuntungan dapat dilakukan dengan lebih baik.


Leave a Reply